Monday, April 25, 2011

Jangan tak datang...Harun Yahya ke Masjid Bandaraya

"datang ... jangan tak datang"

Presiden CONCERN, Tuan Haji Sainuri Yahmin dan kesemua Majlis Tertinggi CONCERN menjemput Datuk/Datin/Tuan/Puan:















SEMINAR OLEH HARUN YAHYA:
PADA: 2 MEI 2011 (ISNIN)
MASA: 9.30 PAGI - 11.30 PAGI
TEMPAT: MASJID BANDARAYA LIKAS
TIKET: PERCUMA











SIAPA HARUN YAHYA? (dipetik dari wikipidia)












Harun Yahya adalah nama pena Adnan Oktar[1] (juga ditulis Adnan Hoca) dilahirkan di Ankara pada tahun 1956, menetap disana sampai pindah ke Istanbul pada tahun 1979.[2] Nama pena Harun Yahya berasal dari dua nama Nabi: "Harun" (Aaron) dan "Yahya" (John). Ia adalah seorang penulis dan tokoh terkemuka Turki dalam kreasionisme.[3] Ia merupakan penentang teori evolusi, Darwinisme dianggapnya sebagai sumber terorisme.[4] Berbeda dengan kebanyakan penganjur ciptaanisme Kristen, Oktar menganut ciptaanisme Bumi Lama. Ia seorang anti zionis dan anti mason, yang dianggapnya sebagai dua gerakan yang saling terkait. Meskipun ia menolak tuduhan anti semit, dan mengklaim bahwa paham tersebut berakar pada kekafiran dan Darwinisme,[5] Ia juga dianggap sebagai seorang penyangkal Holocaust,[6] berdasarkan bukunya Soykırım Yalanı (Kebohongan Holocaust). Namun belakangan, dalam wawancara dengan The Guardian (2007) ia menyangkal telah menulis buku ini.[7]
.
1 Adnan Oktar dilahirkan di Ankara dan dibesarkan di kota ini hingga lulus SMU. Komitmennya terhadap Islam tumbuh semakin kuat ketika ia duduk di bangku SMU. Pada periode ini, pengetahuan yang mendalam tentang Islam ia dapatkan dari membaca berbagai buku agama. Pada tahun 1979, Adnan Oktar pindah ke Istanbul untuk menuntut ilmu di Universitas Mimar Sinan.












.
Adnan Oktar memulai perjuangan intelektualnya pada tahun 1979, yakni ketika menuntut ilmu di Akademi Seni, Universitas Mimar Sinan. Selama berada di universitas tersebut, ia melakukan pengkajian filsafat dan ideologi materialistik yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat sekitar. Penulis juga telah menghasilkan berbagai karya tentang
Zionisme dan Freemasonry, serta ratusan buku yang mengulas masalah akhlak dalam Al-Qur'an dan bahasan-bahasan lain yang berhubungan dengan akidah.
Adnan Oktar belajar seni di Akademi Seni Universitas Mimar Sinan, Istanbul, dan belakangan belajar filsafat di Universitas Istanbul. Meskipun sering menulis tentang sains, ia tidak pernah benar-benar mempelajari sains pada tingkat universitas.
[2][8]












.
Oktar telah menulis banyak buku dengan menggunakan nama pena Harun Yahya (
Harun dan Yahya), yang isinya menentang teori evolusi Charles Darwin. Ia juga berpendapat bahwa teori evolusi secara langsung berkaitan dengan kejahatan-kejahatan materialisme, Naziisme dan komunisme. Perlu dicatat bahwa Harun Yahya tidak memiliki pendidikan dalam Biologi atau ilmu lain yang relevan dengan konsep evolusi. Kebanyakan argumen dalam pandangan anti evolusi Harun Yahya mengutip dan identik dengan argumen-argumen anti evolusi (kreasionisme) yang diajukan sejumlah kelompok Kristen tertentu yang menolak evolusi, yang telah sering dibantah oleh komunitas ilmiah.[9]












.












Tulisan Harun Yahya mengenai evolusi berusaha memberi kesan ilmiah, namun tidak mengikuti standar ilmiah dalam mencakup pembahasan yang seimbang mengenai argumen kedua belah pihak dalam masalah evolusi.
Topik-topik ilmiah, yang kadang dianggap rumit dan membingungkan, diuraikan dengan sangat lugas dan jelas dalam buku-buku Oktar. Tidaklah mengherankan jika buku-buku tersebut menarik semua orang dari segala umur dan lapisan masyarakat.
Namun, pembahasan Oktar mengenai Evolusi mendapat banyak kritikan dari kalangan ilmuwan. Taner Edis, dari Truman State University, mengatakan bahwa publikasi Harun Yahya sangat populer karena diproduksi dengan kualitas penerbitan yang tinggi dan bahasa yang sederhana, tapi materinya berupa argumen yang secara ilmiah bisa diabaikan dan mengandung distorsi yang tidak memiliki dasar ilmiah.
[10] Sejumlah ilmuwan lain telah memberikan kritikan senada (lihat di bagian "Respon", di bawah).












.
Ia juga telah menerbitkan berbagai tulisan tentang
Zionisme dan Freemasonry, dan menuduh kaum Zionis melakukan rasisme dan menegaskan bahwa Zionisme dan Freemasonry telah menimbulkan banyak pengaruh negatif terhadap sejarah dan politik dunia. Namun belakangan, ia menjelaskan bahwa kecamannya secara khusus ditujukan pada Zionis yang ateis, dan ia menganjurkan toleransi terhadap Yahudi yang tidak ateis.[11]












.
Buku-buku Oktar yang berkaitan dengan iman berusaha untuk mengkomunikasikan keberadaan dan keesaan (Tauhid) Allah menurut iman
Islam, dan ditulis dengan maksud utama memperkenalkan Islam kepada mereka yang tidak mengenal agama ini. Setiap bukunya yang berkaitan dengan sains menekankan pandangan-pandangannya tentang keperkasaan, kedalaman, dan keagungan Allah secara terinci. Buku-buku ini berusaha memperlihatkan bagi kaum non Muslim apa yang diklaim Oktar sebagai tanda-tanda keberadaan Allah, dan kesempurnaan ciptaan-Nya. Sebuah sub kelompok di dalam seri ini adalah seri "Buku-buku yang Menghancurkan Kebohongan Evolusi". Tujuan utama buku-buku ini adalah menyerang gagasan-gagasan Materialisme, Evolusi, Darwinisme, dan ateisme. Akhirnya, ia telah menulis lebih dari 100 buku yang mengungkapkan moral Al Qur'an adn masalah-masalah yang berkaitan dengan iman. Bagi pembaca Muslim, buku-buku tersebut berisikan nasihat dan peringatan. Penulis telah menerbitkan karya-karyanya tentang hal-hal pokok yang disebutkan dalam Al-Qur'an agar kaum Muslim dapat meningkatkan ketaqwaan dan kemampuan berpikir mereka secara mendalam.












.
Ratusan buku konon ditulis oleh Oktar. Karena itu sebagian orang mengklaim bahwa orang lain mestilah telah ikut menyumbangkan, atau menulis, banyak dari buku-buku itu. Tuduhan ini dengan keras disangkal di situsnya; ia mengklaim bahwa dia adalah satu-satunya penulis dari semua buku itu. Namun, ia juga menyangkal telah menulis "Kebohongan Holocaust" yang mula-mula diterbitkan atas nama Harun Yahya.
Banyak dari karya Oktar telah atau sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Rusia, Spanyol, Arab, Portugis, Albania, Serbo-Kroasia, Bosnia, Polandia, Urdu, Indonesia, Kazakh, Azeri, Melayu, Bengali, dan Malayalam. Karya tulisnya telah dipublikasikan secara luas ke seluruh dunia, dan sebagian dari karyanya tersedia gratis pada situs resminya.



MALAPETAKA DARWINISMA TERHADAP KEMANUSIAAN


PENGENALAN
PELOPOR KESENGSARAAN PADA ABAD KE-20
Abad ke-20 yang baru sahaja kita tinggalkan, merupakan satu abad yang sarat dengan peperangan dan konflik, yang membawa kepada kesengsaraan, pembunuhan beramai- ramai, kemiskinan, dan kemusnahan yang dahsyat. Berjuta-juta manusia telah dibunuh, dihapuskan beramai-ramai, terjerumus ke kancah kebuluran dan kematian, dan juga terbiar tanpa rumah dan kediaman, tiada pelindungan dan sokongan. Dan semua ini tanpa sebarang sebab: melainkan kerana perhambaan mereka terhadap ideologi-ideologi sesat. Berjuta-juta manusia telah terdedah kepada layanan tidak berperikemanusiaan yang tidak layak diterima walau pun oleh haiwan. Hampir di setiap zaman pasti terdapat pemerintah-pemerintah dan diktator-diktator yang menyebabkan semua kesengsaraan dan malapetaka ini: seperti Stalin, Lenin, Trotsky, Mao, Pol Pot, Hitler, Mussolini, Franco… Ketika sebahagian mereka berkongsi ideologi yang sama, sebahagian yang lain pula menjadi musuh ketat mereka. Hanya kerana ideologi mereka yang bertentangan, mereka telah mengheret seluruh masyarakat kepada konflik dan mengakibatkan saudara menentang saudara, mendorong mereka memulakan peperangan, melemparkan bom, membakar dan memusnahkan kereta, rumah, dan kedai-kedai, dan melancarkan demonstrasi- demonstrasi ganas. Dengan membekalkan mereka senjata-senjata, ia telah mendorong mereka untuk membelasah hingga mati orang-orang muda, orang-orang tua, lelaki, wanita dan kanak-kanak atau menyusun mereka menghadap ke dinding dan kemudian menembak mereka… Mereka menjadi begitu biadab sehingga sanggup mengacukan pistol ke kepala orang lain dan merenung matanya, kemudian membunuhnya, dan memijak-mijak kepalanya dengan kaki, hanya kerana dia menyokong idea berlainan. Mereka mengusir manusia daripada kediaman mereka tanpa mengira wanita, kanak-kanak atau mereka yang telah tua…
Demikian gambaran ringkas mimpi ngeri abad ke-20 yang baru sahaja kita tinggalkan: manusia yang menyokong idea-idea yang menimbulkan konflik dan mereka yang mengheret manusia ke arah kesengsaraan dan pertumpahan darah untuk menyokong ideologi-ideologi mereka.
Fasisme dan Komunisme menjadi kepala kepada ideologi-ideologi yang menyebabkan manusia terpaksa menempuh hari-hari yang kelam ini. Ia dilihat sebagai ancaman, sebagai idea-idea yang saling memusnahkan. Sebenarnya terdapat satu kenyataan yang menarik di sini: Semua ideologi-ideologi ini telah disuburkan oleh satu sumber ideologi, mereka mendapat kekuatan dan sokongan daripada sumber ini, dan terima kasih kepada sumber ini, mereka telah berjaya mengheret masyarakat memihak kepada mereka. Sepintas lalu, sumber ini tidak menarik perhatian, sering diabaikan sehingga sekarang, dan sering menonjolkan kepada masyarakat wajahnya yang bersih. Sumber tersebut ialah falsafah materialis dan DARWINISME, sebuah falsafah yang diadaptasikan daripada alam semula jadi.
Darwinisme telah berkembang pada abad ke-19 sebagai satu permulaan semula sebuah mitos berasal daripada kaum Sumerian dan Greek Purba oleh seorang pakar biologi amatur Charles Darwin, dan sejak itu telah membentuk idea berbahaya di sebalik semua idea-idea yang mengancam manusia. Dengan berselindung di sebalik topeng sains, ia telah membenarkan ideologi-ideologi ini dan tindakan penyokong-penyokongnya untuk mendapatkan pengesahan palsu.
Dengan pengesahan palsu ini, teori evolusi kemudiannya telah meninggalkan bindang ilmu biologi dan paleontologi dan mula memberikan ulasan di dalam bidang hubungan manusia kepada sejarah, dan mula mempengaruhi berbagai bidang lain daripada politik kepada sosial. Kerana sebahagian dakwaan-dakwaan asas Darwinisme menyokong beberapa pemikiran yang telah mula bergerak dan terbentuk pada abad ke-19, ia telah mendapat sokongan padu daripada golongan-golongan ini. Pada dasarnya, masyarakat telah mula mencuba untuk menerima idea bahawa terdapatnya "perjuangan untuk hidup" (fight for survival) di dalam hidupan di alam ini, dan hasilnya, idea bahawa "yang kuat akan selamat, yang lain pula akan ditewaskan dan lenyap" telah mula mempengaruhi pemikiran dan tingkah laku manusia. Apabila dakwaan Darwinisme bahawa alam ini adalah satu tempat untuk bertempur dan berkonflik mula mempengaruhi manusia dan masyarakat, kecenderungan Hitler untuk membina satu bangsa utama, dakwaan Marx bahawa "sejarah manusia adalah sejarah pertembungan kelas-kelas", pandangan kapitalisme bahawa "yang kuat akan menjadi lebih kuat apabila makin banyak yang lemah", penjajahan negara-negara dunia ketiga oleh bangsa-bangsa imperialis seperti Britain dan layanan mereka yang tidak berperikemanusiaan dan kejam, bersama kenyataan bahawa kulit berwarna masih berhadapan dengan serangan rasialis dan diskriminasi, semuanya ini telah mendapat justifikasi.
Walaupun beliau adalah seorang evolusionis, Robert Wright, pengarang buku The Moral Animal merumuskan malapetaka yang telah dibawakan oleh teori evolusi ini kepada sejarah manusia, seperti berikut:
Teori evolusi mempunyai sejarah aplikasi yang panjang, hebat dan kotor ke atas kehidupan manusia. Setelah campur tangan di dalam falsafah politik sekitar abad ini untuk membentuk satu ideologi kabur yang dikenali sebagai "Darwinisme sosial", ia telah jatuh ke tangan rasialis, fasis, dan kapitalis yang kejam.1
Seperti yang akan dilihat di dalam buku ini dan daripada bukti-bukti yang dikemukakannya, Darwinisme bukan hanya sebuah teori yang hanya hendak menjelaskan asal usul hidupan dan terbatas kepada bidang ilmu sains. Darwinisme adalah satu dogma yang masih dipertahankan oleh penyokong-penyokong ideologi tertentu, di samping kenyataan bahawa ia telah dibuktikan palsu daripada pandangan sains. Hari ini banyak pakar sains, ahli politik dan pemikir, sama ada mereka menyedari atau tidak wajah jahat Darwinisme, telah memberikan sokongan mereka kepada dogma ini.
Sekiranya setiap orang dapat memahami kepalsuan saintifik teori ini, yang telah bertindak sebagai satu inspirasi kepada diktator-diktator dan mentaliti yang kejam dan beberapa pemikiran yang zalim, tidak berperikemanusiaan, dan mementingkan diri sendiri, ia akan dapat menghapuskan ideologi-ideologi yang berbahaya ini. Mereka yang melakukan kejahatan tidak akan dapat mempertahankan diri mereka dengan menyatakan, "Tetapi ini adalah undang-undang alam". Mereka akan kehilangan sokongan saintifik untuk sifat mementingkan diri, dan kekejaman mereka.
Apabila idea Darwinisme, punca ideologi bahaya ini, telah dimusnahkan, hanya satu kebenaran akan tinggal. Iaitu kebenaran bahawa semua manusia dan alam ini telah dijadikan oleh Allah. Mereka yang memahami perkara ini juga akan menyedari bahawa satu-satunya realiti dan kebenaran adalah di dalam kitab suci yang telah diturunkan kepada kita. Apabila sebahagian besar masyarakat mula menyedari kebenaran ini, keperitan, masalah, pembunuhan beramai-ramai, mala petaka, ketidakadilan, dan kemiskinan akan bertukar dengan kesedaran, keterbukaan, kekayaan, kelapangan, kesihatan dan kemewahan. Untuk itu, setiap idea songsang yang berbahaya kepada manusia perlu ditewaskan dan dimusnahkan oleh idea mulia yang akan membawa kebahagiaan kepada manusia. Dengan membalas lontaran batu dengan melontar kepada orang lain, membalas pukulan dengan pukulan, dan membalas agresif dengan agresif, bukan penyelesaiannya. Penyelesaiannya ialah dengan menolak idea mereka yang melakukan perkara-perkara ini dan menjelaskan kepada mereka dengan baik dan sabar, perkara sebenar yang perlu mereka gantikannya.
Tujuan penulisan buku ini ialah untuk menunjukkan kepada mereka yang mempertahankan Darwinisme tanpa melihat keburukannya, secara disedari atau tidak, apakah sebenarnya yang mereka pertahankan itu, dan untuk menjelaskan apakah tanggungjawab yang terpaksa mereka pikul selagi mana mereka masih pura-pura tidak melihat kebenarannya. Tujuan lain pula bukan sekadar untuk mengingatkan mereka yang tidak mempercayai Darwinisme, tetapi juga mereka yang tidak melihat Darwinsime sebagai satu ancaman kepada manusia.



..

ALQURAN VS SAINS
.
PENGENALAN
14 abad lalu, Tuhan telah menurunkan kitab suci Al-Qur'an kepada umat manusia sebagai satu kitab panduan. Dia menyeru manusia agar berpegang kepada kitab ini sebagai jalan untuk mendapatkan kebenaran. Bermula saat ianya diwahyukan sehingga ke saat pengadilan kelak, kitab suci ini akan kekal sebagai satu-satunya panduan bagi umat manusia.
Gaya uslub dan ketinggian hikmah yang tiada tandingan yang terdapat di dalam kitab ini adalah bukti yang amat jelas bahawa ianya adalah kalam suci Tuhan. Sebagai tambahan, kitab ini mengandungi ciri-ciri keajaiban yang membuktikan bahawa ianya adalah wahyu kudus dari Tuhan. Satu dari ciri-ciri ini ialah kenyataan bahawa sejumlah kebenaran saintifik yang hanya mampu disingkap melalui kemajuan teknologi di abad ke 20 ini sebenarnya telah pun diungkapkan di dalam Al-Qur'an 1400 tahun dahulu.
Sudah tentu Al-Qur'an bukanlah sebuah kitab sains. Tetapi, banyak fakta-fakta saintifik yang dinyatakan secara jelas dan dengan cara yang amat mendasar dalam surahnya hanya mampu disingkap melalu kecanggihan teknologi abad ke 20. semua fakta ini tidak diketahui ketika masa penurunan wahyu dan ini juga adalah bukti bahwa Al-Qur'an adalah kalam Tuhan.
Untuk memahami keajaiban saintifik Al-Qur'an, pertamanya kita akan melihat tahap kemajuan sains ketika mana kitab suci ini diturunkan.
Pada abad ke 7, ketika Al-Qur'an diwahyukan. Masyarakat arab telah pun memiliki kepercayaan khurafat dan yang tidak berasas yang berkaitan dengan isu-isu saintifik. Kedaifan peralatan teknologi untuk menyelidiki alam semesta dan bumi menyebabkan masyarakat ini mempercayai kepada legenda-legenda yang diwariskan dari generasi ke generasi, mereka mendakwa sebagai contoh, bahawa gunung-ganang menongkat langit, mereka percaya bahawa bumi adalah datar dan bahawa di sana terdapat gunung-gunung yang tinggi terletak di setiap penghujungnya. Mereka menyangkakan bahawa gunung-gunung ini adalah tiang yang menyebabkan kubah langit di atas.
Tetapi, semua kepercayaan khurafat masyarakat arab ini ditolak oleh Al-Qur'an. Dalam surah Ar-Ra'd ayat ke 2 dinyatakan: Tuhanlah Dia yang meninggikan langit-langit tanpa tiang Ayat ini telah membatalkan kepercayaan bahawa langit yang berada di atas kerana sokongan gunung-ganang. Dalam banyak subjek lain, fakta-fakta penting telah dinyatakan ketika mana tiada seorang pun yang dapat mengetahuinya.
Al-Qur'an diturunkan ketika umat manusia hanya mengetahui sedikit mengenai astronomi, fizik atau biologi yang mengandungi fakta mengenai pelbagai subjek seperti penciptaan alam semesta, manusia, struktur atmosfera dan keseimbangan yang membenarkan kehidupan di atas muka bumi. Sekarang, mari kita lihat beberapa keajaiban saintifik yang dinyatakan di dalam kitab suci Al-Qur'an bersama-sama.

Saturday, April 23, 2011

MESYUARAT CONCERN 22APRIL2011


Majlis Gabungan NGO Islam dianggotai oleh 15 Badan Bukan Kerajaan (NGO) yang terdiri daripada Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), Wadah Pencerdasan Umat (WADAH), Yayasan Amal, Jamaah Islah Malaysia (JIM), Persatuan Peguam Muslim Sabah (PPMS), Sahabat Teratak Fitrah (SAHABAT), Persatuan Siswazah Sabah (PSS), Persatuan Graduan Iranun Sabah (PAGISA), Persatuan Sama Sabah, Persatuan Kebajikan Bugis Sabah (PKBS), Pergerakan Puteri Islam Malaysia (PPIM), Persatuan Leluhur Melayu Bugis Sabah (KECAPI), Persatuan Ulama Malaysia (PUM) dan Persatuan Perubatan Islam Malaysia.
Gabungan NGOs Islam Sabah telah dibentuk pada Julai 2006 berikutan isu-isu semasa umat Islam terutama isu yang berkaitan kes murtad. Sejak 2006, Gabungan ini dipengerusikan oleh Sdr. Muddin Beting, Yang Dipertua ABIM Sabah sehinggalah penubuhan Majlis Gabungan NGO Islam Sabah (CONCERN).






























































































































































































































































































































































































































































































Wednesday, April 20, 2011

MESYUARAT CONCERN



MESYUARAT GABUNGAN NGO ISLAM SABAH



PADA JUMAAT 22 APRIL 2011



8.00 MALAM



DI PEJABAT ABIM SEMBULAN



ATAS RESTAURAN ROHAYU (SEBELAH PTPL)



.



SEMUA PEMIMPIN



NGO & BERASPIRASI ISLAM DIJEMPUT HADIR.






KALAU BUKAN KITA YANG MEMPERJUANGKAN ISLAM



SIAPA LAGI????






PERTANYAAN LANJUT: 013 85 64 900, 019 880 1999



Saturday, March 12, 2011

PERKAUMAN DAN KEKITAAN NGO ISLAM

Artikel ini dipetik dari www.anamasyhur.blogspot.com

Dakwah dan tabligh adalah kewajipan bagi setiap insan. Tidak kira rupa bangsa, warna kulit dan juga latar belakang, semuanya harus melaksanakannya. Bagi anda yang berada di sekitar Kota Kinabalu dan bandar-bandar besar, anda beruntung kerana tempat anda mempunyai kegiatan dakwah yang cukup pesat. Banyak pertubuhan, badan dan juga gerakan yang boleh disertai sebagai wadah perjuangan.

Dalam gerakan dakwah, antara perkataan yang selalu disebut-sebut adalah berkaitan berpegang kepada tali Allah, kesatuan Islam, kesatuan ummah atau kesatuan dalam berjamaah. Ini adalah senjata utama dalam menggerakkan jentera dakwah secara berkesan.

Banyak sejarah yang telah membuktikan kejayaan usaha dakwah berpunca daripada kesatuan jamaah. Kesatuan jamaah membolehkan segala kerja dilaksanakan dengan terancang dan perlaksanaannya pula agak rapi berkesan.

Namun hakikat sebenar usaha dakwah di Negeri Sabah tidak seperti pernyataan di atas. Mungkin ada dari kalangan rakan-rakan tidak senang dengan kenyataan ini. Tetapi saya tidak berkata kosong,ini adalah berdasarkan analisis peribadi dan diskusi dengan beberapa rakan-rakan penggerak di Kota Kinabalu.

Tujuan kita menjalankan usaha dakwah adalah untuk mencari keredhaan Allah swt dan bergerak atas nama Islam. Namun semua ini hanyalah mainan bicara di kalangan kita semata-mata. Tanpa kita sedar sebenarnya gerakan dakwah kita tidaklah berlandaskan perjuangan Islam sebenarnya, tetapi perjuangan kita adalah atas landasan NGO.

Tanpa disedari perjuangan berlandaskan NGO adalah lebih penting dari perjuangan berlandaskan Islam. Antara bukti kesahihan pernyataan di atas terkandung dalam artikel saya sebelum ini bertajuk “PENGGERAK KITA KURANG BERFIKIR”. Bagaimana dikatakan berlandaskan Islam jikalau perjuangan tersebut disyaratkan harus datang dari pemimpin NGO kita.

Hakikat yang berlaku masakini, kita akan turun kelapangan sehabis baik sekiranya arahan tersebut datangnya dari ketua NGO kita. Sekiranya ia datang dari pemimpin NGO lain, maka kesungguhan dalam berdakwah tidak akan sama seperti arahan yg dikeluarkan oleh pemimpin sendiri walaupun isu yang diperjuangkan adalah isu ISLAM.

Inilah yang terjadi kepada PENULIS dan yang lebih besar lagi CONCERN. NGO yang menganggotai CONCERN adalah NGO yang cukup hebat dan ternama. Tetapi kenapakah CONCERN tidak boleh bangkit setaraf dengan USIA mahupun YADIM?. Ini kerana CONCERN adalah satu badan yang berasingan tubuh dengan NGO-NGO yang menganggotainya. CONCERN bukan sayap pergerakan kepada NGO yang meneyertainya. Kerana itulah pergerakan CONCERN agak perlahan seperti ular berbisa yang menyelinap disebalik gerakan dakwah.

CONCERN tidak mampu menjadi seperti harimau dan singa yang mendongak ke langit dengan kegagahannya. CONCERN tidak mampu mengaum kuat bagi menggerunkan lawannya. Kerana apa?. Kerana CONCERN bukan sebahagian dari kita. CONCERN adalah badan yang ditubuhkan atas dasar kemarahan hangat-hangat tahi ayam dikala darah menyirap bila Islam di badai isu.

Hakikatnya, sekiranya CONCERN adalah sayap pergerakan NGO kita, sudah pasti Abu Bakar tidak perlu sibuk menghadiri mesyuarat di tengah malam dalam keadaan hidung tersumbat kerana demam. Si songkok tinggi tidak perlu bersusah memandu dari Sandakan ke Kota kinabalu untukn menghadiri mesyuarat. Kita sendiri akan menggerakkannya walaupun tanpa kehadiran Hj Sainuri. Jangankan 15 org ahli mesyuarat, seramai hadirin yang menghadiri kuliah Tafsir Maudhu’i pun kita boleh himpunkan, seramai hadirin yang menyertai Discuss Of The Truth pun kita boleh kerahkan, bukankah ini dipanggil Double Standard?.

Suka untuk saya nyatakan, janganlah kita berlagak sombong dengan program yang berlambak-lambak anjuran NGO kita dalam masa yang sama kita tidak boleh duduk sebumbung berkerjasama atas nama Islam untuk sekadar bermesyuarat. Janganlah kita berlagak sombong dengan program kita yang mega sekiranya kita tidak mampu mencukupi korum mesyuarat CONCERN yang sekadar memerlukan 15 orang.

Adakah kita cukup hebat berseminar sana dan sini. Mengulang-ulang seminar yang acap kali dianjurkan dalam masa yang sama segala perancangan CONCERN untuk sedikit permuafakatan Islam tidak boleh terlaksana?. Adakah kita cukup hebat berprogram sana dan sini yang sekadar menghabiskan peruntukan yang ada dalam masa yang sama kita tidak mampu duduk sekadar sejam untuk menulis maklumat penting dalam mesyuarat CONCERN?.

Panggilan pengerusi CONCERN adalah semboyan Islam, semboyan Islam adalah panggilan Allah. Adakah perkara yang lebih penting berbanding semboyan Islam?. CONCERN diibaratkan seperti Cerrier War Ship atau Kapal Perang Pengangkut. Manakala NGO-NGO yang manganggotainya diibaratkan seperti jet-jet pejuang yang bersiap sedia menghadapi sebarang kemungkinan.

Kebiasaannya Carrier War Ship adalah medan untuk bermesyuarat, mengaturkan srategi perang, dan membuat segala persiapan perang. Namun yang membuat serangan adalah jet-jet pejuang bagi menghancurkan sesuatu sasaran. Kalaulah jet-jet pejuang tidak bersama-sama dengan kapal pengangkut, dikhuatiri kapal pengangkut akan dibedil musuh hingga musnah ditelan sejarah.

Adakah kenyataan saya salah?. Sekiranya salah, kita harus buktikan kenyataan ini salah. Kita harus bergabung atas nama Islam dan tidak semata-mata atas nama NGO. Sekiranya benar, kita harus perbaiki kesilapan kita, agar gerak kerja dapat dirancang dengan rapi dan memberi kesan yang baik dalam gerakan dakwah di Negeri Sabah. FIKIR-FIKIRKAN…

- CONCERN adalah Majlis Gabungan NGO Sabah yg berpusat di Kota Kinabalu, Sabah.

Rujuk artikal lepas : Klik Sini CONCERN IS A CARRIER WAR SHIP

Saturday, February 26, 2011

PERTEMUAN MT CONCERN


Mereka yang hadir:
  • Tn. Hj. Sanuri Yamin (WADAH)
  • Tn. Hj. Khairan unto (YAM)
  • Datin Zainab (PERTIWISA)
  • Dg. Rukayah (PPIM)
  • Ustas Firdaus (SAHABAT)
  • Azizul Julain (PSS)
  • Abu Bakar O. (Sahabat)

































































Wednesday, February 2, 2011

SAJAK LAMUNAN TERHENTI.....BILA bisa ketemuan?




















Nampaknya kita di bulan kedua tahun 2011 (H1432),



sudah pastinya banyak yang dirancang.



aku rindu dengan gang-gang di WADAH, ABIM,
PUM, PERTIWISA, lawyer dll.



rindu bangat. Tapi sedih sangaT sedih.
rindu bangat. susah nak jumpa. TIADA ISU.






Kalau di Tunisia dan Mesir... ada isu.
tidak competent
tidak perform..
... buang ke laut saja!!!!
kita
Ada yang defensif
mengakun hero tapi halimunan



kita tiada isu...
jadi....
kita tiada guna jumpalah.
barangkali ada artis Bollywood cantik
& isu MURTAD... Baru ada ISU.



kalender aktiviti tahunan ,



tidak penting, ukhuwah (gathering) tidak penting,



UFO mELATUP... BARU ADA ISU.



INIlah kita ... comfort zone.
hero jadi zero.... halimunan
gua chow dulu.






BETUl kata-kata Khairul Anwar....






AKU
Kalau sampai waktuku'



Ku mau tak seorang kan merayu



Tidak juga kau



Tak perlu sedu sedan itu



Aku ini binatang jalang



Dari kumpulannya terbuang



Biar peluru menembus kulitku



Aku tetap meradang menerjang



Luka dan bisa kubawa berlari



Berlari



Hingga hilang pedih peri



Dan aku akan lebih tidak perduli



Aku mau hidup seribu tahun lagi



Wasalam.


.



.

Maulidul Rasul.... cukupkah kalau kita sekadar menyambutnya?





Maulidul Rasul.... cukupkah kalau kita sekadar menyambutnya?
Pada 15 Feb 2011 kita akan berbaris di Padang Merdeka Kota Kinabalu, pagi-pagi lagi kita sudah ke sana. kita sedia baju tradisi, beli banner (mahal RM 700.00), tambang... hebat punya pengorbanan.... tapi cukupkah sekadar penonjolan luaran / fizikal sahaja. Sebenarnya siapa Dia itu, apa vision dia, apa strategy dia, apa falsafah dia, bolehkah kita menjadikan beliau sebagai IDOLA. ?????....BAH kalau begitu kita baca rencana di bawah;
Rencana ini diambil dari website berikut:
http://ms.wikipedia.org/wiki/Nabi_Muhammad_s.a.w.
Nabi Muhammad s.a.w.Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.Lompat ke: pandu arah, gelintarSebahagian dari siri berkaitanIslam
.Rukun ImanAllah · Kitab · Malaikat · NabiHari Akhirat · Qada dan QadarRukun IslamSyahadah · Solat · PuasaZakat · HajiKota SuciMakkah · MadinahBaitulmuqaddisHari RayaAidilfitri · AidiladhaHukumQuran · Sunnah · HadisSejarahGaris Masa Sejarah IslamKhulafa al-RasyidinKhalifah · KhilafahTokoh IslamNabi Muhammad s.a.wAhlul Bait · Sahabat NabiMazhabAhli Sunah WaljamaahHanafi · SyafieMaliki · HanbaliBudaya Dan MasyarakatAkademik · Haiwan · SeniTakwim · Kanak-kanakDemografi · PerayaanMasjid · Dakwah · FalsafahSains · Wanita · PolitikLihat jugaKritikan · IslamofobiaGlosariPortal Islam p • b • sKhat membentuk nama Muhammad
.
.Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam (Arab: نبي محمد صلى الله عليه وسلم‎) adalah pesuruh Allah yang terakhir. Baginda adalah pembawa rahmat untuk seluruh alam dan merupakan Rasulullah bagi seluruh umat di dunia. Sesungguhnya Nabi Muhammad merupakan satu anugerah dan kurniaan Allah SWT kepada umat manusia untuk menunjukkan jalan yang lurus dan benar. Baginda bukan sahaja diangkat sebagai seorang rasul tetapi juga sebagai khalifah, yang mengetuai angkatan tentera Islam, membawa perubahan kepada umat manusia, mengajarkan tentang erti persaudaraan, akhlak dan erti kehidupan yang segalanya hanya kerana Allah SWT. Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah, Arab Saudi dan kembali ke rahmatullah di Madinah. Walaupun diketahui bahawa Muhammad merupakan rasul dan nabi terakhir bagi umat manusia oleh orang Islam, tetapi orang-orang Yahudi dan Kristian enggan mengiktiraf Muhammad sebagai nabi dan rasul. Nabi Muhammad merupakan pelengkap ajaran Islam setelah Nabi Musa dan Nabi Isa.Surah Al-Anbiya, ayat 107 bermaksud:"Dan tidak kami (Allah) utuskan kamu (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam."Isi kandungan[sorok]1 Kelahiran2 Masa remaja3 Berumahtangga4 Bapa dan ibu saudara Nabi Muhammad5 Kerasulan6 Marhalah dakwah Rasulullah7 Thalabun Nusrah8 Cabaran-cabaran9 Hijrah10 Madinah11 Pembukaan Kota Makkah12 Meneladani perbuatan Rasulullah13 Pesanan terakhir Rasulullah (Isi khutbah terakhir Rasulullah)14 Kronologi perkembangan Islam15 Lihat juga16 Pautan luar//
.
.[sunting] KelahiranNabi Muhammad telah diputerakan di Makkah, pada hari Isnin, 12 Rabiulawal (20 April 571M). Ibu baginda, iaitu Aminah binti Wahb, adalah anak perempuan kepada Wahb bin Abdul Manaf dari keluarga Zahrah. Ayahnya, Abdullah, ialah anak kepada Abdul Muthalib. Keturunannya bersusur galur dari Nabi Ismail, anak kepada Nabi Ibrahim kira-kira dalam keturunan keempat puluh.Ayahnya telah meninggal sebelum kelahiran baginda. Sementara ibunya meninggal ketika baginda berusia kira-kira enam tahun, menjadikannya seorang anak yatim. Menurut tradisi keluarga atasan Mekah, baginda telah dipelihara oleh seorang ibu angkat(ibu susu:-wanita yang menyusukan baginda) yang bernama Halimahtus Sa'adiah di kampung halamannya di pergunungan selama beberapa tahun. Dalam tahun-tahun itu, baginda telah dibawa ke Makkah untuk mengunjungi ibunya. Setelah ibunya meninggal, baginda dijaga oleh datuknya, Abdul Muthalib. Apabila datuknya meninggal, baginda dijaga oleh bapa saudaranya, Abu Talib. Ketika inilah baginda sering kali membantu mengembala kambing-kambing bapa saudaranya di sekitar Mekah dan kerap menemani bapa saudaranya dalam urusan perdagangan ke Syam (Syria).Sejak kecil, baginda tidak pernah menyembah berhala dan tidak pernah terlibat dengan kehidupan sosial arab jahiliyyah yang merosakkan dan penuh kekufuran.
.
.[sunting] Masa remajaDalam masa remajanya, Nabi Muhammad percaya sepenuhnya dengan keesaan Allah. Baginda hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat angkuh dan bongkak. Baginda menyayangi orang-orang miskin, para janda dan anak-anak yatim serta berkongsi penderitaan mereka dengan berusaha menolong mereka. Baginda juga menghindari semua kejahatan yang menjadi amalan biasa di kalangan para belia pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga beliau dikenali sebagai As Saadiq (yang benar) dan Al Amin (yang amanah). Baginda sentiasa dipercayai sebagai orang tengah kepada dua pihak yang bertelingkah di kampung halamannya di Mekah.[sunting] BerumahtanggaRencana utama: Isteri-isteri Nabi Muhammad s.a.w.Ketika berusia kira-kira 25 tahun, ayah saudara baginda menyarankan baginda untuk bekerja dengan kafilah (rombongan perniagaan) yang dimiliki oleh seorang janda yang bernama Khadijah. Baginda diterima bekerja dan bertanggungjawab terhadap pelayaran ke Syam (Syria). Baginda mengelolakan urusniaga itu dengan penuh bijaksana dan pulang dengan keuntungan luar biasa.Khadijah begitu tertarik dengan kejujuran dan watak peribadinya yang mendorong beliau untuk menawarkan diri untuk mengahwini baginda. Baginda menerima lamarannya dan perkahwinan mereka adalah bahagia. Mereka dikurniakan 6 orang anak (2 lelaki dan 4 perempuan) tetapi kedua-dua anak lelaki mereka, Qasim dan Abdullah meninggal semasa kecil. Manakala anak perempuan baginda ialah Ruqayyah, Zainab, Ummu Kalsum dan Fatimah az-Zahra. Khadijah merupakan satu-satunya isterinya sehinggalah Khadijah meninggal pada usia 51 tahun. Seorang lagi anak baginda adalah hasil perkahwinan baginda dengan Mariah Al-Qibtiyyah. Putera baginda bersama Mariah bernama Ibrahim itu juga meninggal semasa kecil.
.
.[sunting] Bapa dan ibu saudara Nabi MuhammadAl-Harith bin Abdul MuthalibMuqawwam bin Abdul MuthalibZubair bin Abdul MuthalibHamzah bin Abdul MuthalibAl-Abbas bin Abdul MuthalibAbu Thalib bin Abdul MuthalibAbu Lahab bin Abdul MuthalibAbdul Kaabah bin Abdul MuthalibHijl bin Abdul MuthalibDzirar bin Abdul MuthalibGhaidaq bin Abdul MuthalibSafiyah binti Abdul Muthalib'Atikah binti Abdul MuthalibArwa binti Abdul MuthalibUmaimah binti Abdul MuthalibBarrah binti Abdul MuthalibUmmi Hakim al-Bidha binti Abdul Muthalib[sunting] Kerasulan
.
.Gua Hira tempat pertama kali Nabi Muhammad memperoleh wahyu.Muhammad telah dilahirkan di tengah-tengah masyarakat jahiliyah. Ia sungguh menyedihkan hatinya sehingga beliau kerapkali ke Gua Hira, sebuah gua bukit dekat Makkah, yang kemudian dikenali sebgai Jabal An Nur untuk memikirkan cara untuk mengatasi gejala yang dihadapi masyarakatnya. Di sinilah baginda sering berfikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kedurjanaan yang kian berleluasa.Pada suatu malam, ketika baginda sedang bertafakur di Gua Hira, Malaikat Jibril mendatangi Muhammad. Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Baginda diminta membaca. Baginda menjawab, "Saya tidak tahu membaca". Jibril mengulangi tiga kali meminta Muhammad untuk membaca tetapi jawapan baginda tetap sama. Akhirnya, Jibril berkata:"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Amat Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad. Ketika itu baginda berusia 40 tahun. Wahyu itu turun kepada baginda dari semasa ke semasa dalam jangka masa 23 tahun. Siri wahyu ini telah diturunkan menurut panduan yang diberikan Rasulullah dan dikumpulkan dalam buku bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al-Quran (bacaan). Kebanyakkan ayat-ayatnya mempunyai erti yang jelas. Sebahagiannya diterjemah dan dihubungkan dengan ayat-ayat yang lain. Sebahagiannya pula diterjemah oleh Rasulullah sendiri melalui percakapannya, tindakan dan persetujuan yang terkenal, dengan nama Sunnah. Al-Quran dan al Sunnah digabungkan bersama untuk menjadi panduan dan cara hidup mereka yang menyerahkan diri kepada Allah.
.
.[sunting] Marhalah dakwah RasulullahPerjuangan dakwah Rasulullah yang boleh diringkaskan sebagai berikut:Pertama: Marhalah Tasqif - tahap pembinaan dan pengkaderan untuk melahirkan individu-individu yang menyakini pemikiran (fikrah) dan metod (thariqah) parti politik guna membentuk kerangka gerakan.Kedua: Marhalah Tafa’ul ma’al Ummah - tahap berinteraksi dengan umat agar umat turut sama memikul kewajiban dakwah Islam, sehingga umat akan menjadikan Islam sebagai masalah utama dalam hidupnya serta berusaha untuk menerapkannya dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.Ketiga: Marhalah Istilamil Hukmi - tahap pengambilalihan kekuasaan, dan penerapan Islam secara utuh serta menyeluruh, lalu mengembangkannya sebagai risalah Islam ke seluruh penjuru dunia.[sunting] Thalabun NusrahThalabun Nusrah adalah detik bersejarah yang dapat dinukil didalam kitab sirah dan merupakan satu aktiviti penting dalam marhalah kedua perjuangan Rasulullah Lestari atau tidaknya dakwah ditentukan olehnya kerana keberlangsungan dakwah memerlukan dua aspek penting:-Pertama, untuk mendapatkan perlindungan (himayah) sehingga tetap dapat melakukan aktiviti dakwah dalam keadaan aman dan terlindung.Kedua, untuk mencapai tampuk pemerintahan dalam rangka menegakkan Daulah Islamiyah (Negara Islam) dan menerapkan hukum-hukum berdasarkan apa yang telah diturunkan Allah SWT dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
.
.[sunting] Cabaran-cabaranApabila Rasulullah menyeru manusia ke jalan Allah, tidak ramai yang mendengar seruannya. Kebanyakkan pengikut baginda adalah dari anggota keluarganya dan dari golongan masyarakat bawahan, Antara mereka ialah Khadijah, Ali, Zayd dan Bilal. Apabila baginda memperhebat kegiatan dakwahnya dengan mengumumkan secara terbuka agama Islam yang disebarkannya, dengan itu ramai yang mengikutnya. Tetapi pada masa, baginda menghadapi berbagai cabaran dari kalangan bangsawan dan para pemimpin yang merasakan kedudukan mereka terancam. Mereka bangkit bersama untuk mempertahankan agama datuk nenek mereka.Semangat penganut Islam meningkat apabila sekumpulan kecil masyarakat yang dihormati di Makkah menganut agama Islam. Antara mereka ialah Abu Bakar, Uthman bin Afan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidillah bin Harith, Amr bin Nufail dan ramai lagi.Akibat cabaran dari masyarakat jahiliyah di Mekah, sebahagian orang Islam disiksa, dianiaya, disingkir dan dipulaukan. Baginda terpaksa bersabar dan mencari perlindungan untuk pengikutnya. Baginda meminta Negus Raja Habsyah, untuk membenarkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya. Negus mengalu-alukan ketibaan mereka dan tidak membenarkan mereka diserah kepada penguasa di Makkah.[sunting] HijrahDi Makkah terdapat Kaabah yang telah dibina oleh Nabi Ibrahim a.s. beberapa abad lalu sebagai pusat penyatuan umat untuk beribadat kepada Allah. Sebelumnya ia dijadikan oleh masyarakat jahiliyah sebagai tempat sembahyang selain dari Allah. Mereka datang dari berbagai daerah Arab, mewakili berbagai suku ternama. Ziarah ke Kaabah dijadikan mereka sebagai sebuah pesta tahunan. Orang ramai bertemu dan berhibur dengan kegiatan-kegiatan tradisi mereka dalam kunjungan ini. Baginda mengambil peluang ini untuk menyebarkan Islam. Antara mereka yang tertarik dengan seruan baginda ialah sekumpulan orang dari Yathrib. Mereka menemui Rasulullah dan beberapa orang Islam dari Mekah di desa bernama Aqabah secara sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam, mereka bersumpah untuk melindungi Islam, Rasulullah dan orang-orang Islam Mekah.
.
.Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yathrib datang lagi ke Makkah. Mereka menemui Rasulullah di tempat yang mereka bertemu sebelumnya. Kali ini, Abbas bin Abdul Muthalib, pakcik baginda yang belum menganut Islam hadir dalam pertemuan itu. Mereka mengundang baginda dan orang-orang Islam Mekah untuk berhijrah ke Yathrib. Mereka berjanji akan melayani mereka sebagai saudara seagama. Dialog yang memakan masa agak lama diadakan antara mayarakat Islam Yathrib dengan pakcik Rasulullah untuk memastikan mereka sesungguhnya berhasrat mengalu-alukan masyarakat Islam Mekah di bandar mereka. Rasulullah akhirnya bersetuju untuk berhijrah beramai-ramai ke bandar baru itu.Mengetahui ramai masyarakat Islam merancang meninggalkan Makkah, masyarakat jahiliyah Mekah cuba menghalang mereka. Namun kumpulan pertama telahpun berjaya berhijrah ke Yathrib. Masyarakat jahiliyah Mekah bimbang hijrah ke Yathrib akan memberi peluang kepada orang Islam untuk mengembangkan agama mereka ke daerah-daerah yang lain.Hampir dua bulan seluruh masyarakat Islam dari Makkah kecuali Rasulullah, Abu Bakar, Ali dan beberapa orang yang daif, telah berhijrah. Masyarakat Mekah kemudian memutuskan untuk membunuh baginda. Mereka merancang namun tidak berjaya. Dengan berbagai taktik dan rancangan yang teratur, Rasulullah akhirnya sampai dengan selamat ke Yathrib, yang kemudian dikenali sebagai, 'Bandar Rasulullah'.
.
.[sunting] MadinahDi Madinah, kerajaan Islam diwujudkan di bawah pimpinan Rasulullah Umat Islam bebas mengerjakan solat di Madinah. Musyrikin Makkah mengetahui akan perkara ini kemudiannya melancarkan beberapa serangan ke atas Madinah tetapi kesemuanya ditangkis dengan mudah oleh umat Islam. Satu perjanjian kemudiannya dibuat dengan memihak kepada pihak Quraish Makkah. Walau bagaimanapun perjanjian itu dicabuli oleh mereka dengan menyerang sekutu umat Islam. Orang Muslim pada ketika ini menjadi semakin kuat telah membuat keputusan untuk menyerang musyrikin Makkah memandangkan perjanjian telah dicabuli.[sunting] Pembukaan Kota MakkahRencana utama: Pembukaan Kota MekahPada tahun kelapan selepas penghijrahan ke Madinah berlaku, Nabi Muhammad berlepas ke Makkah. Tentera Islam yang seramai 10,000 orang tiba di Makkah dengan penuh bersemangat. Takut akan nyawa mereka terkorban, penduduk Makkah bersetuju untuk menyerahkan kota Makkah tanpa sebarang syarat. Nabi Muhammad kemudian mengarahkan supaya kesemua berhala dan patung-patung di sekeliling Kaabah dimusnahkan.[sunting] Meneladani perbuatan RasulullahPerbuatan-perbuatan yang dilakukan Rasulullah dibagi menjadi dua macam. Ada yang termasuk perbuatan-perbuatan jibiliyah, iaitu perbuatan yang dilakukan manusia secara fitri, dan ada pula perbuatan-perbuatan selain jibiliyah. Perbuatan-perbuatan jibiliyah, seperti berdiri, duduk, makan, minum dan lain sebagainya, tidak ada perselisihan bahawa status perbuatan tersebut adalah mubah (harus), baik bagi Rasulullah maupun bagi umatnya. Oleh kerana itu, perbuatan tersebut tidak termasuk dalam kategori mandub (sunat).Sedangkan perbuatan-perbuatan yang bukan jibiliyah, boleh jadi termasuk dalam hal-hal yang ditetapkan khusus bagi Rasulullah, dimana tidak seorang pun diperkenankan mengikutinya (haram); atau boleh jadi tidak termasuk dalam perbuatan yang diperuntukkan khusus bagi beliau. Apabila perbuatan itu telah ditetapkan khusus bagi Rasulullah, seperti dibolehkannya beliau melanjutkan puasa pada malam hari tanpa berbuka, atau dibolehkannya menikah dengan lebih dari empat wanita, dan lain sebagainya dari kekhususan beliau; maka dalam hal ini kita tidak diperkenankan mengikutinya. Sebab, perbuatan-perbuatan tersebut telah terbukti diperuntukkan khusus bagi beliau berdasarkan Ijmak Sahabat. Oleh kerana itu tidak dibolehkan meneladani beliau dalam perbuatan-perbuatan semacam ini.
.
.Akan halnya dengan perbuatan beliau yang kita kenal sebagai penjelas bagi kita, tidak ada perselisihan bahawa hal itu merupakan dalil. Dalam hal ini penjelasan tersebut boleh berupa perkataan, seperti sabda beliau:صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِيْ أُصَليِّ“Solatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku solat”خُذُوْا عَنِّيْ مَنَاسِكَكُمْ"Laksanakan manasik hajimu berdasarkan manasikku (apa yang telah aku kerjakan)"Hadis ini menunjukkan bahawa perbuatan beliau merupakan penjelas, agar kita mengikutinya. Penjelasan beliau bisa juga berupa qaraain al ahwal, yakni qarinah/indikasi yang menerangkan bentuk perbuatan, seperti memotong pergelangan pencuri sebagai penjelas firman Allah SWT:فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا"Maka potonglah tangan keduanya." (Surah Al-Maidah : 38)Status penjelas yang terdapat dalam perbuatan Rasulullah, baik berupa ucapan maupun indikasi yang menerangkan bentuk perbuatan, dapat mengikuti hukum apa yang telah dijelaskan, apakah itu wajib, haram, mandub(sunat) atau mubah(harus) sesuai dengan arah penunjukan dalil.Sedangkan perbuatan-perbuatan beliau yang tidak terdapat di dalamnya indikasi yang menunjukkan bahawa hal itu merupakan penjelas, bukan penolakan dan bukan pula ketetapan. Maka dalam hal ini perlu diperhatikan apakah di dalamnya terdapat maksud untuk bertaqarrub (mendekatkan diri kepada Allah) atau tidak. Apabila di dalamnya terdapat keinginan untuk bertaqarrub kepada Allah maka perbuatan itu termasuk mandub(sunat), di mana seseorang akan mendapatkan pahala atas perbuatannya itu dan tidak mendapatkan balasan jika meninggalkannya. Misalnya Solat Duha. Sedangkan jika tidak terdapat di dalamnya keinginan untuk bertaqarrub, maka perbuatan tersebut termasuk mubah(harus).[sunting] Pesanan terakhir Rasulullah (Isi khutbah terakhir Rasulullah)Ketika Rasulullah mengerjakan ibadah haji yang terakhir, maka pada 9 Zulhijjah tahun 10 hijarah di Lembah Uranah, Bukit Arafah, baginda menyampaikan khutbah terakhirnya di hadapan kaum Muslimin, di antara isi dari khutbah terakhir Rasulullah itu ialah:"Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan, Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu, dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini."Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi. Ingatlah bahawa sesungguhya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu, segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang."Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.
.
."Wahai manusia sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak ke atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak diberikan makan dan pakaian, dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina."Wahai manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah, dirikanlah solat lima waktu, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah ibadah haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal soleh."Ingatlah, bahawa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku."Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Qur'an dan Sunnahku."Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalah-Mu kepada hamba-hamba-Mu."
.
.[sunting] Kronologi perkembangan Islam570M- Nabi Muhammad dilahirkan.610M- Nabi Muhammad menerima wahyu pertama di Gua Hira'.615M- Orang Muslim didera oleh puak Quraish. Hijrah pertama ke Habsyah.616M- Saidina Hamzah dan Saidina Umar memeluk Islam. Hijrah kedua ke Habsyah.619M- Khadijah (isteri nabi) dan Abu Talib (bapa saudara nabi) meninggal dunia. Melawat Taif. Peristiwa Isra dan Mi'raj berlaku.621M- Baiat Aqabah 1622M- Baiat Aqabah 2. Hijrah ke Madinah. Daulah Islamiyah dibina.624M- Perang Badar.625M- Perang Uhud.627M- Perang Ahzab.628M- Perjanjian Hudaibiyah.629M- Perang Khaibar dan dalam menentang tentera Rom Byzantine, baginda menghantar tentera Islam dalam Perang Mu'tah.630M- Pembukaan Makkah. Perang Hunain.631M- Perang Tabuk.632M- Kewafatan Nabi Muhammad Perlantikan Saidina Abu Bakar sebagai khalifah.[sunting] Lihat jugaHadithSalasilah keturunan Nabi Muhammad SAWSenarai filem mengenai Nabi Muhammad[sunting] Pautan luarVersi PDF Ar-Raheeq Al-MakhtumThe Life of Muhammad oleh Muhammad Husayn HaykalAbout the Prophet Muhammad (University of Southern California
Posted by SAHABAT at 8:07 PM 0 comments